Model 5: Connection,
challenge, concept, change (4C)
1.
Connection
saya memulai kegiatan
pembelajaran guru penggerak ini diawali dengan materi koneksi antar materi yang
berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi serta hubungannya dengan
pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengharapkan guru mampu menerapkan budaya
positif untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak kepada murid, hal ini ini
sangat sesuai dengan peran dan nilai dari guru penggerak itu sendiri di mana
guru penggerak harus melakukan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya
dan harus mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. hari berikutnya materi
yang berkaitan dengan aksi nyata, pada tanggal 10 November saya mulai
mempelajari modul baru yang berkaitan dengan sosial emosional learning (SEL).
Selanjutnya kami juga mempelajari tentang eksplorasi konsep Mandiri yang
berkaitan dengan pembelajaran sosial emosional (PSE). Kompetensi sosial ini
dapat diartikan sebagai penerimaan secara sosial cara berperilaku yang dapat
dipelajari dan mampu berinteraksi secara efektif .
2. Challenge
Kondisi peserta didik di
lapangan sangat bervariasi dalam bersikap, di sini guru harus mampu mengelola
dirinya dengan baik, sehingga Materi ini mengajarkan saya untuk bersikap lebih
sabar dan menggunakan pikiran yang jernih dalam menyelesaikan permasalahan yang
terjadi dalam pembelajaran. Sebelum saya mempelajari modul ini saya telah
mempelajari materi yang berkaitan dengan kecerdasan IQ, EQ dan SQ sehingga
materi ini tidak begitu asing lagi Bagi saya.
3. Concept
Pembelajaran Social
Emotional Learning (SEL) ini merupakan suatu proses di mana anak-anak maupun
orang dewasa dapat memahami dan mengelola emosinya, menetapkan dan mencapai
tujuan yang positif, merasakan dan menunjukkan rasa empati terhadap orang lain,
membangun dan memelihara hubungan yang positif, serta membuat keputusan yang
bertanggung jawab (menurut CASEL).
Pendidikan sosial dan
emosional termasuk mengajari anak-anak untuk menjadi sadar diri, sadar sosial,
mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab, dan kompeten dalam keterampilan
manajemen diri dan manajemen hubungan sehingga dapat mendorong kesuksesan
akademis mereka.Komponen-komponen dari Social Emotional Learning (SEL) dapat
secara aplikatif dikembangkan dalam konteks pendidikan. pembelajaran sosial
emosional perlu diberikan untuk kesuksesan anak terutama dalam mengembangkan
pendidikan.
Menurut CASEL (Collaborative for
Academic, Social and Emotional Learning), terdapat 5 kunci pengembangan SEL pada anak. 5 konsep Social Emotional Learning
yaitu: 1. Kesadaran Diri (Self Awareness) 2. Manajemen Diri (Self Management)
3. Kesadaran Sosial (Social Awareness) 4. Kemampuan Berelasi (Relationship
Skill), 5. Pembuatan Keputusan Bertanggung Jawab (Responsible Decision
Making)
4. Change
Pembelajaran social
emotional learning ini dapat dijadikan sebagai awal dan dasar penanaman
pendidikan karakter kepada anak usia dini. Materi pada modul ini tidak hanya
untuk guru penggerak saja, tetapi juga harus saya imbaskan kepada siswa saya di
sekolah, salah satunya dengan memberi contoh yang baik kepada mereka yang
berkaiatan dengan sikap saya dalam menyelesaikan permasalahan dalam proses
pembelajaran, saya juga berkeingain untuk mengimbaskan materi ini kepada rekan
sejawat saya supaya mereka juga mampu menerapkan pembelaran sosial emotional
ini.
Model 5: Connection,
challenge, concept, change (4C)
1.
Connection
8 November 2021 saya
memulai kegiatan pembelajaran guru penggerak ini diawali dengan materi koneksi
antar materi yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi serta
hubungannya dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengharapkan guru mampu
menerapkan budaya positif untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak kepada
murid, hal ini ini sangat sesuai dengan peran dan nilai dari guru penggerak itu
sendiri di mana guru penggerak harus melakukan pembelajaran yang sesuai dengan
keadaan siswanya dan harus mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. hari
berikutnya materi yang berkaitan dengan aksi nyata, pada tanggal 10 November
saya mulai mempelajari modul baru yang berkaitan dengan sosial emosional
learning (SEL). Selanjutnya kami juga mempelajari tentang eksplorasi konsep
Mandiri yang berkaitan dengan pembelajaran sosial emosional (PSE). Kompetensi
sosial ini dapat diartikan sebagai penerimaan secara sosial cara berperilaku
yang dapat dipelajari dan mampu berinteraksi secara efektif .
2. Challenge
Kondisi peserta didik di
lapangan sangat bervariasi dalam bersikap, di sini guru harus mampu mengelola
dirinya dengan baik, sehingga Materi ini mengajarkan saya untuk bersikap lebih
sabar dan menggunakan pikiran yang jernih dalam menyelesaikan permasalahan yang
terjadi dalam pembelajaran. Sebelum saya mempelajari modul ini saya telah
mempelajari materi yang berkaitan dengan kecerdasan IQ, EQ dan SQ sehingga
materi ini tidak begitu asing lagi Bagi saya.
3. Concept
Pembelajaran Social
Emotional Learning (SEL) ini merupakan suatu proses di mana anak-anak maupun
orang dewasa dapat memahami dan mengelola emosinya, menetapkan dan mencapai
tujuan yang positif, merasakan dan menunjukkan rasa empati terhadap orang lain,
membangun dan memelihara hubungan yang positif, serta membuat keputusan yang
bertanggung jawab (menurut CASEL).
Pendidikan sosial dan
emosional termasuk mengajari anak-anak untuk menjadi sadar diri, sadar sosial,
mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab, dan kompeten dalam keterampilan
manajemen diri dan manajemen hubungan sehingga dapat mendorong kesuksesan
akademis mereka.Komponen-komponen dari Social Emotional Learning (SEL) dapat
secara aplikatif dikembangkan dalam konteks pendidikan. pembelajaran sosial
emosional perlu diberikan untuk kesuksesan anak terutama dalam mengembangkan
pendidikan.
Menurut CASEL (Collaborative for
Academic, Social and Emotional Learning), terdapat 5 kunci pengembangan SEL pada anak. 5 konsep Social Emotional Learning
yaitu: 1. Kesadaran Diri (Self Awareness) 2. Manajemen Diri (Self Management)
3. Kesadaran Sosial (Social Awareness) 4. Kemampuan Berelasi (Relationship
Skill), 5. Pembuatan Keputusan Bertanggung Jawab (Responsible Decision
Making)
4. Change
Pembelajaran social
emotional learning ini dapat dijadikan sebagai awal dan dasar penanaman
pendidikan karakter kepada anak usia dini. Materi pada modul ini tidak hanya
untuk guru penggerak saja, tetapi juga harus saya imbaskan kepada siswa saya di
sekolah, salah satunya dengan memberi contoh yang baik kepada mereka yang
berkaiatan dengan sikap saya dalam menyelesaikan permasalahan dalam proses
pembelajaran, saya juga berkeingain untuk mengimbaskan materi ini kepada rekan
sejawat saya supaya mereka juga mampu menerapkan pembelaran sosial emotional
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar