Akun EDMODO

 

Panduan Pembuatan Akun Baru dan Kelas Baru di Edmodo

 


(Sumber : https://go.edmodo.com/getting-started/)

Halo Sahabat Rumah Belajar

Berikut disajikan panduan cara membuat akun di edmodo.

1.    Silahkan buka web browser kemudian ketikkan https://new.edmodo.com/ sehingga tampak tampilan seperti gambar di bawah ini. Selanjutnya pilih Sign up untuk membuat akun edmodo yang baru.



2.    Selanjutnya akan tampak tampilan seperti di bawah ini. Silahkan pilih “Teacher Account” untuk pendaftaran pendidik pada edmodo. Silahkan pilih “Student Account” untuk pendaftaran sebagai peserta didik.


3.    Silahkan pilih lokasi “Indonesia” kemudian klik “next”!


4.    Langkah selanjutnya silahkan pilih “Sign up with Google”.



Silahkan Sahabat pilih akun google yang akan Sahabat daftarkan pada edmodo!



5.    Setelah Sahabat memilih gmail yang akan didaftarkan pada edmodo selanjutnya pilih “Izinkan”.



6.    Selamat email Sahabat sudah berhasil diverifikasi seperti tampak pada gambar di bawah ini!



7.    Langkah terakhir adalah melengkapi profil. Silahkan lengkapi sesuai permintaan kemudian klik “DONE”.



8.    Selamat Sahabat! Sahabat sudah memiliki akun edmodo



Bagaimana mengelola kelas terintegrasi TIK dalam pembelajaran pada edmodo? Sahabat bisa membuat kelas terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Sahabat ikuti.

1.     Silahkan Sabahat memilih “Classes” atau “Kelas” kemudian pilih “+Create” atau “+Buat”.



2.     Sahabat bisa mengisi formulir sesuai dengan keperluan Sahabat. Jika sudah terisi semua, silahkan klik “Create” atau “Buat”.

3.     Selamat, Sahabat sudah memiliki kelas secara virtual di aplikasi Edmodo!


4.     Sahabat bisa mulai eksplorasi edmodo karena tampilannya seperti tidak asing bukan? Iya, tampilan edmodo hampir mirip dengan tampilan media sosial facebook. Jika Sahabat ingin melakukan pengaturan lebih lanjut, silahkan pilih tanda titik tiga kemudian pilih “Advanced Setting” atau “Pengaturan Lanjutan”.





Akan tampak tampilan seperti gambar di bawah ini. Silahkan Sahabat atur sesuai dengan kebutuhan Sahabat kemudian akhiri dengan mengklik “Simpan Pengaturan”.


5.  Sahabat bisa juga melakukan pencarian terkait materi yang Sahabat ingin ketahui atau Sahabat perlukan. Sahabat bisa ketikkan materi yang diinginkan pada menu “Pencarian” kemudian klik tombol seperti Lup atau kaca pembesar. Misalnya materi Filtrasi kemudian enter atau klik lup maka akan muncul beberapa referensi yang Sahabat perlukan pada materi filtrasi. Selamat mencoba!


Selamat Sahabat sudah memiliki akun edmodo dan juga sudah memiliki kelas. Sahabat bisa memanfaatkan edmodo sebagai salah satu LMS yang memfasilitasi dalam kegiatan diskusi yang bisa diberikan umpan balik secara langsung pada kolom yang sidah disiapkan. Selamat belajar secara asinkronus dengan edmodo.

Materi Pendidikan Inklusif ( Planning Matrix)

1. Pengertian Planning Matrix

Program layanan kebutuhan khusus didasarkan pada simpulan hasil asesmen secara langsung. Hal ini tidak salah namun materi yang dipergunakan sebagai dasar penyusunan program masih berupa potongan-potongan simpulan atas hasil asesmen yang telah dilakukan. Quentin Iskov, Project Officer: Disabilities Department of Education and Children’s Services (2012) menambahkan satu tahapan lagi sebelum menyusun program intervensi, yaitu penyusunan planning matrixPlanning matrix adalah mapping diskripsi tentang kondisi ABK secara individu yang menggambarkan tentang kondisi actual hambatan karakteristiknya, dampak, strategi layanan dan media yang diperlukan dalam intervensi. Deskripsi mapping karakteristik kebutuhan khusus tersebut selanjutnya disusun skala prioritas yang menggambarkan urutan urgensi masalah yang perlu segera ditangani. 

Oleh sebab itu, dengan adanya planning matrix ini, guru pendidikan khusus menjadi sangat terbantu, karena untuk menetapkan program layanan kebutuhan khusus, tinggal menyusun program layanan kebutuhan khusus tersebut sesuai dengan skala prioritas yang telah diperoleh. Pada awalnya planning matrix ini dibuat untuk anak autis spectrum disorder, namun dalam perkembangannya, ABK dengan hambatan lainnya juga menjadi sangat terbantu dengan planning matrix ini. Jenis hambatan/kelainan pada ABK yang selanjutnya dapat dirumuskan.


  1. Memetakan kondisi aktual akademik maupun kekhususan ABK berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan. 
  2. Menganalisis dampak dari masing-masing aspek kondisi aktual ABK baik akademik maupun kekhususannya. 
  3.  Menganalisis strategi layanan yang tepat pada ABK sesuai dengan kondisi dan kebutuhan khusus ABK baik akademik maupun kekhususannya.

  1. Memudahkan guru/terapis dalam menetapkan kondisi awal aktual (baseline) ABK baik aspek akademik maupun kekhususan. 
  2. Membantu guru/terapis dalam mempuan mapping kondisi ABK secara komprehensif. 
  3. Memudahkan guru/terapis dalam menetapkan skala prioritas layanan kekhususan yang harus segera dilakukan.

  1. Mengkategorikan data hasil asesmen berdasarkan jenis hambatan/ kelaianan ABK. 
  2. Membuat tabel mapping ABK berdasarkan jenis hambatan/kelainannya sesuai dengan temuan asesmen. 
  3. Menuangkan temuan kondisi aktual karakteristik ABK pada tabel mapping yang telah dibuat. 
  4. Menganalisis dampak temuan kondisi aktual ABK dan dituang pada tabel yang telah dibuat. 
  5. Menganalisis strategi layanan pada setiap temuan kondisi aktual ABK dan dituangkan pada tabel yang telah dibuat. 
  6. Menganalisis skala prioritas layanan berdasarkan berat ringannnya dampak yang telah dituangkan pada tabel tersebut.

Materi Guru Pembimbing Khusus

 

Eksplorasi Konsep - Asesmen dan Planning Matrix

Beberapa ahli mengemukakan pengertian asesmen seperti berikut ini: Lerner (Mulyono, 2001) mengemukakan bahwa asesmen adalah suatu proses pengumpulan informasi selengkap-lengkapnya mengenai individu yang akan digunakan untuk membuat pertimbangan dan keputusan yang berhubungan dengan individu tersebut. Selanjutnya Ainscow (Munawir Yusuf, 2007) menjelaskan bahwa asesmen dilakukan berkenaan dengan pemberian informasi kepada sejawat (teman guru), pencatatan pekerjaan yang telah dilakukan oleh anak didik, pemberian bantuan pada guru untuk merencanakan pembelajaran pada anak, pengenalan terhadap kekuatan dan kekurangan pada anak dan pemberian informasi kepada pihak-pihak terkait (seperti orang tua, psikolog, dan para ahli lain) yang membutuhkan informasi tersebut.

Sementara itu McLoughlin dan Lewis dalam Sunardi dan Sunaryo (2007) menjelaskan bahwa asesmen pendidikan anak berkelainan adalah proses pengumpulan informasi yang relevan dengan kepentingan anak, yang dilakukan secara sistematis dalam rangka pembuatan keputusan pengajaran atau layanan khusus.

Dengan demikian dapat dimaknai bahwa asesmen anak berkebutuhan khusus adalah suatu proses pengumpulan informasi tentang anak secara menyeluruh yang berkenaan dengan kondisi dan karakteristik kelainan, kelebihan dan kekurangan sebagai dasar dalam penyusunan program pembelajaran dan program kebutuhan khusus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.

Asesmen merupakan salah satu tahapan rangkaian kegiatan dari suatu proses pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Identifikasi sering disebut sebagai kegiatan penjaringan, sedangkan asesmen disebut penyaringan (Direktorat PSLB, 2007). Kegiatan penjaringan biasanya belum tentu dilanjutkan ke kegiatan penyaringan. Sementara itu, kegiatan penyaringan sudah tentu dilakukan karena adanya kegiatan penjaringan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan identifikasi dapat dilakukan oleh guru dan pihak lain yang dekat dengan anak, seperti orang tua dan keluarganya, sedangkan asesmen biasanya perlu melibatkan tenaga profesional yang ahli dalam bidangnya, seperti psikolog, sosiolog dan terapis.


  1. Asesmen akademik 
    Asesmen akademik adalah suatu proses untuk mengetahui kondisi/kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) dalam bidang akademik. Bagi PDBK pada jenjang preschool, kemampuan akademik yang perlu digali terkait dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan bagi PDBK pada jenjang pendidikan dasar dan selanjutnya, kemampuan akademik yang perlu digali adalah terkait dengan semua bidang studi/mata pelajaran yang diajarkan pada sekolah tersebut.
  2. Asesmen nonakademik (Kekhususan) 
    Asesmen kekhususan dalam pendidikan khusus adalah suatu proses untuk mengetahui kondisi PDBK yang berkaitan dengan jenis hambatan yang disandangnya secara mendalam komprehensif dan akurat. (akan dipelajari dalam materi ke 5 pada pertemuan ke 6 tentang pengenalan program kebutuhan khusus). 
  3. Asesmen perkembangan
    Asesmen nonakademik/perkembangan ini adalah suatu proses untuk mengatahui kondisi perkembangan PDBK yang terkait dengan kemampuan intelektual, emosi, perilaku, komunikasi yang sangat bermanfaat dalam mempertimbangkan penggunaan metode, strategi maupun pemilihan alat bantu yang tepat baik dalam penyusunan perencanaan pembelajaran (akademik) maupun dalam penyusunan program kebutuhan khusus.

Tujuan utama kegiatan asesmen adalah memperoleh informasi tentang kondisi anak, baik yang berkaitan dengan kemapuan akademik, nonakademik dan kekhususan secara lengkap, akurat dan obyektif. Sedangkan fungsi asesmen dalam kontek ini adalah untuk membantu guru dan terapis dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan program layanan kebutuhan khusus yang tepat. Dalam hal ini hasil asesmen dapat difungsikan sebagai kondisi kemampuan awal (baseline) anak sebelum diberikan layanan baik akademik maupun program kebutuhan khusus. Sejalan dengan tujuan dan fungsi asesmen seperti diuraikan di atas, maka sasaran asesmen adalah semua peserta didik yang pada fase identifikasi telah ditetapkan sebagai peserta didik berkebutuhan khusus.


  1. Menetapkan jenis asesmen yang akan dilakukan (akademik, nonakademik/kekhususan atau perkembangan).
  2. Menyusun kisi-kisi dan instrumen asesmen yang tepat.
  3. Melakukan asesmen sesuai dengan panduan yang dipersyaratkan. 
  4. Melakukan tabulasi, klasifikasi dan analisis hasil asesmen. 
  5. Melakukan case conference terhadap temuan dan hasil analisis tersebut, untuk menentukan baseline dan penetapan perencanaan pembelajaran/ program pengembangan/interfensi yang akan dilakukan. 
  6. Mendokumentasikan semua data hasil asesmen.

Popular Posts