Minggu ini adalah minggu terakhir pembelajaran Modul 2.3. Pada minggu ini kegiatan yang saya ikuti adalah dimulai dengan sesi demontrasi konstekstual dan pemahaman elaborasi bersama instruktur ibu Puti hamid pada tanggal 13 Desember 2021 pukul 15.30 di ruang virtual Gmeet.
Link Video Sesi Instruktur : SESI INSTRUKTUR
Saat mengikuti sesi Pemahaman Elaborasi dengan materi coahing banyak
sekali pemahaman yang saya dapatkan dan tentunya sangat membantu saya
dalam mempraktekkan teknik coaching dengan model TIRTa di sekolah saya.
Pada Kegiatan Demontrasi Konstektual,
Disini saya mempraktekkan proses coaching model TIRTa dengan rekan sejawat yakni ibu haytun Nufus yang
berperan sebagai coachee.
Link Video Coaching Bersma Rekan Sejawat : Demonstrasi Coaching dengan Rekan Sejawat
Pada saat proses coaching berlangsung tantangan tersendiri bagi saya
pribadi dalam mengajukan pertanyaan-pertanyan yang mampu mengindentifikasi
permasalahan sehingga coachee mampu menemukan kendala yang di hadapinya. selain
itu juga butuh ketrampilan dalam mengarahkan coachee untuk bisa menemukan
rencana yang akan dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang dimiliki namun
demikian Alhamdulillah proses coaching berjalan lancar dan selesai.
Selama proses belangsung saya merasa tertantang dalam melakukan komunikasi yang
asertif saya juga berupaya mengikuti beberapa tips dalam menjalankan proses
coahing yaitu menyamakan kata kunci, menyamakan bahasa tubuh dan menyelaraskan
emosi dan saya merasa senang telah berhasil menjalankan proses coahing ini.
Dalam proses Coaching ini banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan
terutama tentang makna menuntun yang sebenarnya. jika selama ini saya
beranggapan ketika murid atau rekan saya mengalami masalah dan berdiskusi dengan
saya untuk menemukan solusi terhadap permasalahannya biasanya saya akan ikut
memikirkan dan memberikan solusinya namun dengan memahami makna coaching saya
jadi paham untuk menuntun seseorang atau coachee maka yang saya perlukan adalah
mengarahkan coachee tersebut dengan kalimat-kalimat yang mampu membuat coachee
menemukan potensi yang dimilikinya sebagai kekuatannya dalam mengatasi
permasalahannya.
Kedepan saya akan kembali berlatih untuk terus mengembangkan komunikasi yang
memberdaya yang nantinya akan membantu saya dalam menerapkan coaching disekolah
saya baik itu dengan rekan sejawat ataupun murid saya sehingga proses
pendidikan yang berpihak pada murid dapat terwujud.
"Untuk mengukur seberapa
kita memahami teori maka praktekkan dalam kehidupan nyata"