Jurnal Refleksi Minggu ke 15

 

Minggu ini tepatnya tanggal  07 desember 2021 melalui ruang virtual kami dibimbing oleh fasilitator melakukan sesi latihan praktek coaching yang dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang. Sebelum sesi latihan proses coaching di mulai pak Mukhlis selaku fasilitator  memberikan pemaparan tentang proses coaching dengan model TIRTA  setelah itu kami diberikan kesempatan untuk melakukan sesi latihan  coaching dari kasus yang ada di LMS.  setelah sesi latihan kami diarahkan untuk terus berlatih secara mandiri dengan kelompok yang sudah di bagi karena setelah sesi latihan kami akan melakukan sesi praktik coaching yang nantinya akan kami unggah ke LMS

 



 

Selama kegiatan sesi latihan ini berlangsung saya sangat tertantang dalam penerapan model TIRTA karena sebagai coach saya harus mampu menggali pertanyaan untuk dapat mengindetifikasi masalah dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh coachee untuk menemukan solusi terhadap permasalahannya. Kerja sama yang baik dengan anggota kelompok saya yaitu ibu Nanawati dan ibu Nurlai sangat membantu saya dalam melakukan praktek coaching.

Banyak pembelajaran yang saya dapatkan dalam praktek coaching ini terutama dalam berkomunikasi. untuk melakukan proses coaching perlu membangun keselarasan berkomunikasi coach perlu belajar menyamakan posisi saat proses coaching berlangsung diantaranya adalah menyamakan kata kunci, menyamakan bahasa tubuh dan menyelaraskan emosi hal ini dilakukan agar coachee merasa nyaman dan bisa terbuka kepada coach terhadap permasalahan yang di alaminya.

Setelah melakukan beberapa kali sesi latihan akhirnya kelompok kami dapat menyelesaikan praktek coaching. Dari praktek coaching ini  banyak hal yang saya dapatkan dan bisa saya terapkan ke depan pada saat saya akan melakukan praktek coahing baik itu dengan peserta didik maupun dengan rekan sejawat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts