Sintesis Antar Materi
Nilai dan peran guru
penggerak berkelindan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara. Keduanya saling
menguatkan dalam mewujudkan. Nilai dan peran akan terus bertumbuh seiring
dengan pemahaman guru penggerak tentang filosofi Ki Hadjar Dewantara yang terus
bertambah. Sebagai contoh, nilai berpihak pada murid tidak lepas dari filosofi
berhamba pada murid yang digaungkan Ki Hadjar Dewantara. Demikian halnya dengan
peran guru penggerak. Contohnya adalah peran guru penggerak dalam mewujudkan
kepemimpinan murid merupakan pengejawantahan filosofi guru sebagai
penuntun.
Refleksi Mandiri
Untuk mencapai nilai
guru penggerak yang tergerak untuk bergerak dan menggerakkan bisa menempuh
strategi yang tepat. Berikut ini beberapa strategi yang dapat ditempuh oleh
guru penggerak.
Pertama, senantiasa melakukan
refleksi diri atas usaha perubahan yang telah dilakukan. Hal ini akan
memudahkan guru penggerak menentukan langkah tepat guna menjamin
keberlangsungan perubahan. Di dalamnya termasuk upaya meningkatkan
kekuatan dan usaha menguatkan kelemahan. Untuk dapat melakukannya dengan baik,
tentu guru penggerak harus menyelami lebih dalam kekuatan dan kelemahan diri.
Kemauan dan kemampuan melakukan hal ini akan menjadi kunci memperbaiki diri.
Perbaikan diri akan membuat upaya bergerak semakin menuju arah yang lebih baik.
Menggerakkan pun juga akan semakin mudah.
Kedua, menjaga komitmen dan
konsistensi terus tergerak untuk bergerak dan menggerakkan. Strategi ini erat
kaitannya dengan nilai guru penggerak yang mandiri dan inovatif. Komitmen akan
membuat seorang guru penggerak tergerak menjaga perubahan dan menggali
kemungkinan perubahan lainnya. Tentunya perubahan yang sesuai dengan filosofi
Ki Hadjar Dewantara, yaitu sesuai kodrat alam dan zaman. Sementara itu,
konsistensi akan menjadi jaminan bagi seorang guru penggerak untuk terus
melakukan inovasi guna menciptakan pembelajaran bermakna. Konsistensi menggali
ide dan gagasan kreatif akan membuat ide dan gagasan terus mengalir.
Ketiga, menguatkan komunikasi
dan kerjasama. Strategi ini berkaitan dengan nilai kolaboratif. Sebuah nilai
guru penggerak yang akan mendukung perannya sebagai pemimpin pembelajaran,
menjadi coach guru, dan menggerakkan komunitas praktisi. Komunikasi yang tepat
akan membuat guru penggerak tergerak menjalani perannya. Kerjasama yang baik
dengan pihak sekolah, sejawat, orang tua/wali murid, dan masyarakat akan
memudahkan guru penggerak untuk terus bergerak dalam perubahan.
Pihak Terkait
Untuk bisa menjadi guru
penggerak yang tergerak untuk bergerak dan menggerakkan bukan sekadar upaya
dari dalam diri. Seorang guru penggerak membutuhkan pihak lain untuk mencapai
gambaran diri. Pihak-pihak tersebut bisa saja berasal dari dalam maupun luar
lingkungan sekolah.
·
Murid. Murid merupakan pihak utama yang mendukung guru penggerak
dalam mencapai gambaran diri. Untuk bisa tergerak, murid memberikan dukungan
dalam bentuk partisipasi aktif dalam implementasi setiap gagasan orisinal. Hal
ini akan memacu guru penggerak berusaha terus menggali ide-ide lain selama
proses partisipasi murid. Selanjutnya murid yang sepakat menerima gagasan akan
memudahkan guru penggerak untuk terus bergerak. Termasuk memperbaiki kekurangan
dan meningkatkan kelebihan gagasan yang dijalankan. Selain itu, keaktifan murid
yang berperan sebagai subjek akan membuat guru penggerak menggerakkan diri dan
sekitarnya.
·
Teman Sejawat. Teman sejawat juga merupakan pihak yang dapat
membantu guru penggerak mencapai gambaran diri. Peran teman sejawat di sini
adalah sebagai rekan berkolaborasi. Keterbukaan guru penggerak untuk berkolaborasi
adalah kunci. Teman sejawat akan mampu menempatkan diri sebagai rekan yang baik
selama proses perubahan berjalan.
·
Warga Sekolah Lain. Selain murid dan teman sejawat, warga sekolah
lainnya juga dapat membantu guru penggerak. Guna ketercapaian gambaran diri
guru penggerak, warga sekolah lain berperan sebagai pemberi masukan positif.
Sebagai tokoh netral dalam proses pembelajaran, warga sekolah lain dapat
memberikan masukan terkait efisiensi proses perubahan yang sedang dilakukan
tanpa melibatkan ego pribadi.
·
Kepala Sekolah. Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah
berperan dalam memberikan dukungan dan kebijakan dalam implementasi nilai dan
peran guru penggerak. Dukungan kepala sekolah besar artinya bagi seorang guru
penggerak untuk terus tergerak menemukan gagasan tepat guna. Selain itu,
kebijakan sekolah yang berpihak pada guru penggerak akan memudahkan untuk
bergerak dan menggerakkan.
·
Orang Tua/Wali Murid. Komponen ini tidak kalah pentingnya dalam
membantu guru penggerak mencapai gambaran diri. Sebagai salah satu Tri pusat
pendidikan, orang tua berperan menjadi sumber informasi kemajuan belajar murid
di rumah. Dari informasi tersebut, guru penggerak bisa menyusun langkah tepat
yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan anak mereka.
·
Komite Sekolah. Pihak lain yang juga berperan membantu guru
penggerak adalah komite sekolah. Sebagai perwujudan dari orang tua/wali murid,
komite sekolah memiliki peran menjangkau semua lapisan. Melalui komite sekolah,
guru penggerak akan mudah melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran murid
di rumah. Dengan demikian guru penggerak akan terpacu menemukan langkah konkrit
untuk memberikan tuntunan pada murid.
Guru penggerak senantiasa tergerak untuk bergerak dan menggerakkan
menariknya luar biasa
BalasHapus