Model 6:
Melaporkan,
menanggapi, menghubungkan, menalar, merekonstruksi (5R)
M endeskripsikan
( Pelaporan )
pada minggu ke 13 ini dimulai
dengan kegiatan eksplorasi konsep yang kam1 pelajari pada tanggal 15 dan 16
November 2021, di dalam eksplorasi konsep berkaitan dengan pembelajaran sosial
emosional. kami membahas berbagai kasus yang terdapat di dalam LMS, pada
pembelajaran sosial emosional ini Kami membahas tentang kasus pak elink yang
mengalami permasalahan pada dirinya dan siswanya sendiri, di hari rabu dan
kamis tanggal 17 dan 18 November 2021 kami melakukan Vicon bersama fasilitator. di
hari pertama vikon kami diberikan kesempatan untuk berkreasi dengan teman CGP
lainnya secara virtual berkaitan dengan Kompetensi sosial emosional yang sudah
kami laksanakan di sekolah dan yang akan kami laksanakan di sekolah, hasil
diskusi tersebut kami presentasikan pada tanggal 18 November 2021 masing-masing
kelompok melakukan mempresentasikan hasil diskusinya dan kami diberikan
kesempatan untuk saling menanggapi hasil presentasi teman-teman lainnya pada
tanggal 19 bertepatan dengan hari Jumat saya pembelajaran refleksi
terbimbing. pada minggu INI yang paling menarik pembahasannya, karena
sebenarnya CGP temen-temen sebenarnya sudah menerapkan di sekolahnya tetapi
belum terintegrasi dalam RPP pembelajaran.
2. Merespon ( Menanggapi )
Pada
awal terjadinya diskusi kami belum paham apa yang akan kami
lakukan. dengan diberikan bantuan oleh Fasilitator yang tentang Cara
penerapan Kompetensi sosial emosional tersebut kami pelan-pelan mencoba
memahami secara bersama-sama dengan teman lainnya. Dan pada akhir diskusi
kami sudah menyelesaikan sebahagian besar dan kami melanjutkan mengerjakan
tugas-tugas tersebut di malam hari setiap harinya. Supaya pada hari
presentasi tugas kami sudah rapi kami rampungkan.
Mengaitkan
( Berkaitan )
Sebelum saya mempelajari
modul pembelajaran sosial emosi ini pernah belajar yang berkaitan dengan
kecerdasan emosional, yang inti dari materinya hampir sama, pada kecerdasan
emosional dijelaskan kecerdasan emosional (EQ) berperan sangat penting
dalam proses menghadapi kehidupan sosial yang harus berinteraksi dengan orang
lain. Tanpa adanya EQ, Anda tidak akan bisa menjalankan hidup sebagai
individu yang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hal ini disebabkan
karena kecerdasan emosional yang tinggi dan membuat seseorang mampu menguasai 5
soft skill ini:
a) Kesadaran Diri: Mampu
mengenali emosi, kemampuan, kekuatan, kelemahan dan batasan
diri. Seseorang yang memiliki kesadaran pada dirinya sendiri dapat dengan
mudah mendengar, menerima, dan menjalankan kritik dari orang lain.
b) Self Regulation: Mampu
mengontrol emosi dan tindakan dengan baik sehingga jauh dari tindakan impulsif
yang merugikan. Seseorang dengan regulasi diri yang tinggi, akan tahu
kapan harus mengeluarkan emosinya.
c) Motivasi: Seseorang
yang cerdas secara emosional adalah orang yang dapat memotivasi dirinya
sendiri. Motivasi dalam melakukan sesuatu akan datang dengan sendirinya.
D) Empati: Empati membuat
seseorang memahami dan menumbuhkan koneksi dengan orang lain secara
emosional. juga akan peduli dan tulus dalam berhubungan dengan siapapun.
e) Keterampilan Sosial:
Keterampilan bernegosiasi tentu sangat penting dalam dunia
pekerjaan. Dengan memiliki social skill tinggi, kita dapat memiliki
kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi dengan baik.
Dengan menguasai soft skill
di atas, maka kita akan memiliki hubungan yang menyenangkan di dunia pekerjaan.
4. Menganalisis
( Penalaran )
Proses pembelajaran anak dipengaruhi oleh
beberapa aspek salah satunya adalah aspek perkembangan sosial dan
emosi. Aspek sosial dan emosi ini sangat berpengaruh terhadap perilaku
anak baik pada dirinya, orang lain, maupun lingkungan disekitarnya. Pembelajaran
Sosial Emosional (SEL) ini merupakan suatu proses di mana anak-anak maupun
orang dewasa dapat memahami dan mengelola emosinya, menetapkan dan mencapai
tujuan yang positif, merasakan dan menunjukkan rasa empati terhadap orang lain,
membangun dan memelihara hubungan yang positif, serta membuat keputusan yang
bertanggung jawab (menurut CASEL).
Konsep Social Emotional Learning (SEL) ini
pertama kali dikemukakan oleh Daniel Goleman pada tahun 1995. Ia berpendapat
bahwa pembelajaran sosial emosional ini perlu diberikan secara penuh oleh
seorang guru kepada para muridnya. Menurut CASEL, ada 5 (lima) kompetensi kunci
pengembangan utama dalam aspek Pembelajaran Sosial Emosional, yakni:
A. Kesadaran Diri atau Self
Awarness. Kompetensi ini mencakup beberapa kemampuan untuk mengenali
secara akurat mengenai emosi, pikiran, dan nilai seseorang serta bagaimana
mereka memengaruhi perilaku.
B. Manajemen
Diri atau Self Management. Kompetensi ini mencakup beberapa kemampuan
untuk mengatur efektif emosi, pikiran, dan perilaku seseorang dalam berbagai
situasi, mengelola stres secara, mengendalikan impuls, dan memotivasi diri
sendiri. Kompetensi ini terdiri dari Kontrol impuls, Manajemen stres,
Disiplin diri, Motivasi diri, Penetapan tujuan, dan Kemampuan berorganisasi.
C. Kesadaran Sosial atau Social
Awareness. Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mengambil perspektif
dan berempati dengan orang lain, termasuk orang-orang dari berbagai latar
belakang dan budaya.
D. Kemampuan Berelasi atau
Keterampilan Hubungan. Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk dapat
membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan bermanfaat dengan beragam
individu dan kelompok disekelilingnya. Kemampuan untuk berkomunikasi
dengan jelas, mendengarkan dengan baik, bekerja sama dengan orang lain, melawan
tekanan sosial yang tidak pantas, menegosiasikan konflik secara 6 konstruktif,
serta mencari dan menawarkan bantuan ketika dibutuhkan. Kompetensi ini
terdiri dari Komunikasi, Keterlibatan sosial, Membangun hubungan, dan Kerja
tim.
e. Pembuatan Keputusan yang
menjawab atau Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab. Kompetensi ini
mencakup kemampuan untuk membuat pilihan membangun tentang perilaku pribadi dan
interaksi sosial berdasarkan standar etika, masalah keselamatan, dan norma
sosial.
|
5 Kompetensi sosial emosional |
Merancang ulang ( Merekonstruksi )
Dalam
proses pembelajaran yang kita lakukan di sekolah guru terlebih dahulu harus
bisa merasakan apa yang dialami oleh peserta didik. Hal ini baru bisa
dilakukan oleh seorang guru apabila guru tersebut memiliki kompetensi sosial
emosional yang baik. Untuk pembelajaran kedepannya Saya akan mencoba
mengintegrasikan Kompetensi sosial emosional ini kedalam perangkat pembelajaran
yang di dalam rpp berintegrasi Adapun yang ingin saya coba untuk masa depan,
serta pengetahuan dan manajemen sosial sehingga siswa mampu dan memiliki relasi
yang baik yang akan mendukungnya dalam pengambilan keputusan yang bertanggung
jawab.