JURNAL MINGGU KE 12

 

 

 

 

 




Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)

1.     Connection

saya memulai kegiatan pembelajaran guru penggerak ini diawali dengan materi koneksi antar materi yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi serta hubungannya dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengharapkan guru mampu menerapkan budaya positif untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak kepada murid, hal ini ini sangat sesuai dengan peran dan nilai dari guru penggerak itu sendiri di mana guru penggerak harus melakukan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya dan harus mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. hari berikutnya materi yang berkaitan dengan aksi nyata, pada tanggal 10 November saya mulai mempelajari modul baru yang berkaitan dengan sosial emosional learning (SEL). Selanjutnya kami juga mempelajari tentang eksplorasi konsep Mandiri yang berkaitan dengan pembelajaran sosial emosional (PSE). Kompetensi sosial ini dapat diartikan sebagai penerimaan secara sosial cara berperilaku yang dapat dipelajari dan mampu berinteraksi secara efektif .

2. Challenge

Kondisi peserta didik di lapangan sangat bervariasi dalam bersikap, di sini guru harus mampu mengelola dirinya dengan baik, sehingga Materi ini mengajarkan saya untuk bersikap lebih sabar dan menggunakan pikiran yang jernih dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran. Sebelum saya mempelajari modul ini saya telah mempelajari materi yang berkaitan dengan kecerdasan IQ, EQ dan SQ sehingga materi ini tidak begitu asing lagi Bagi saya.

3. Concept

Pembelajaran Social Emotional Learning (SEL) ini merupakan suatu proses di mana anak-anak maupun orang dewasa dapat memahami dan mengelola emosinya, menetapkan dan mencapai tujuan yang positif, merasakan dan menunjukkan rasa empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang positif, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab (menurut CASEL).

Pendidikan sosial dan emosional termasuk mengajari anak-anak untuk menjadi sadar diri, sadar sosial, mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab, dan kompeten dalam keterampilan manajemen diri dan manajemen hubungan sehingga dapat mendorong kesuksesan akademis mereka.Komponen-komponen dari Social Emotional Learning (SEL) dapat secara aplikatif dikembangkan dalam konteks pendidikan. pembelajaran sosial emosional perlu diberikan untuk kesuksesan anak terutama dalam mengembangkan pendidikan.

Menurut CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning), terdapat 5 kunci pengembangan SEL pada anak. 5 konsep Social Emotional Learning yaitu: 1. Kesadaran Diri (Self Awareness) 2. Manajemen Diri (Self Management) 3. Kesadaran Sosial (Social Awareness) 4. Kemampuan Berelasi (Relationship Skill), 5. Pembuatan Keputusan Bertanggung Jawab (Responsible Decision Making)

 

4. Change

Pembelajaran social emotional learning ini dapat dijadikan sebagai awal dan dasar penanaman pendidikan karakter kepada anak usia dini. Materi pada modul ini tidak hanya untuk guru penggerak saja, tetapi juga harus saya imbaskan kepada siswa saya di sekolah, salah satunya dengan memberi contoh yang baik kepada mereka yang berkaiatan dengan sikap saya dalam menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran, saya juga berkeingain untuk mengimbaskan materi ini kepada rekan sejawat saya supaya mereka juga mampu menerapkan pembelaran sosial emotional ini.

 

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)

1.     Connection

8 November 2021 saya memulai kegiatan pembelajaran guru penggerak ini diawali dengan materi koneksi antar materi yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi serta hubungannya dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengharapkan guru mampu menerapkan budaya positif untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak kepada murid, hal ini ini sangat sesuai dengan peran dan nilai dari guru penggerak itu sendiri di mana guru penggerak harus melakukan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya dan harus mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. hari berikutnya materi yang berkaitan dengan aksi nyata, pada tanggal 10 November saya mulai mempelajari modul baru yang berkaitan dengan sosial emosional learning (SEL). Selanjutnya kami juga mempelajari tentang eksplorasi konsep Mandiri yang berkaitan dengan pembelajaran sosial emosional (PSE). Kompetensi sosial ini dapat diartikan sebagai penerimaan secara sosial cara berperilaku yang dapat dipelajari dan mampu berinteraksi secara efektif .

2. Challenge

Kondisi peserta didik di lapangan sangat bervariasi dalam bersikap, di sini guru harus mampu mengelola dirinya dengan baik, sehingga Materi ini mengajarkan saya untuk bersikap lebih sabar dan menggunakan pikiran yang jernih dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran. Sebelum saya mempelajari modul ini saya telah mempelajari materi yang berkaitan dengan kecerdasan IQ, EQ dan SQ sehingga materi ini tidak begitu asing lagi Bagi saya.

3. Concept

Pembelajaran Social Emotional Learning (SEL) ini merupakan suatu proses di mana anak-anak maupun orang dewasa dapat memahami dan mengelola emosinya, menetapkan dan mencapai tujuan yang positif, merasakan dan menunjukkan rasa empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang positif, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab (menurut CASEL).

Pendidikan sosial dan emosional termasuk mengajari anak-anak untuk menjadi sadar diri, sadar sosial, mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab, dan kompeten dalam keterampilan manajemen diri dan manajemen hubungan sehingga dapat mendorong kesuksesan akademis mereka.Komponen-komponen dari Social Emotional Learning (SEL) dapat secara aplikatif dikembangkan dalam konteks pendidikan. pembelajaran sosial emosional perlu diberikan untuk kesuksesan anak terutama dalam mengembangkan pendidikan.

Menurut CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning), terdapat 5 kunci pengembangan SEL pada anak. 5 konsep Social Emotional Learning yaitu: 1. Kesadaran Diri (Self Awareness) 2. Manajemen Diri (Self Management) 3. Kesadaran Sosial (Social Awareness) 4. Kemampuan Berelasi (Relationship Skill), 5. Pembuatan Keputusan Bertanggung Jawab (Responsible Decision Making)

 

4. Change

Pembelajaran social emotional learning ini dapat dijadikan sebagai awal dan dasar penanaman pendidikan karakter kepada anak usia dini. Materi pada modul ini tidak hanya untuk guru penggerak saja, tetapi juga harus saya imbaskan kepada siswa saya di sekolah, salah satunya dengan memberi contoh yang baik kepada mereka yang berkaiatan dengan sikap saya dalam menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran, saya juga berkeingain untuk mengimbaskan materi ini kepada rekan sejawat saya supaya mereka juga mampu menerapkan pembelaran sosial emotional ini.

 

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 11

 JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 11
MODEL : DESCRIPTION, EXAMINATION AND ARTICULATION OF LEARNING 

( DEAL )





Di minggu ini pembelajaran diawali dengan kegiatan refleksi terbimbing yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi kemudian kegiatan demonstrasi konstektual di mana kami harus menyiapkan 1 bentuk RPP berdiferensiasi sebagai bentuk pemahaman kami terhadap pembelajaran berdebar inisiasi ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lagu rossi bersama instruktur yang pada kesempatan minggu ini diisi oleh patroli SD SMP dan SMA pada lokakarya minggu ini kami membahas tentang visi dan misi sekolah serta aksi yang akan cgp dan kepala sekolah lakukan di sekolahnya masing-masing untuk sebulan yang akan datang.






Seperti kita ketahui bersama bahwa siswa itu unik dan memiliki pengetahuan yang berbeda pengalaman yang berbeda serta gaya belajar yang berbeda Oleh karena itu guru juga harus memahami kondisi tersebut sehingga dalam pemberian pembelajaran akan lebih tepat sasarannya.

Berdasarkan hal tersebut dalam merancang pembelajaran guru harus mempertimbangkan kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh siswanya. Selama ini yang kita tahu bahwa guru masih mengajar dengan gayanya sendiri tanpa mempertimbangkan Apa yang dibutuhkan oleh peserta didiknya seharusnya guru sebelum memberikan pembelajaran harus mengetahui terlebih dahulu berkaitan dengan kesiapan minatnya serta gaya belajar siswa tersebut dengan adanya pembelajaran berdiferensiasi ini akan memberi gambaran lebih jelas berkaitan rambu-rambu yang harus dilakukan oleh guru di lingkungan tersebut.





Dari pembelajaran berdiferensiasi ini saya merencanakan untuk selalu melihat Apa yang dibutuhkan oleh peserta didik setelah mengetahui berkaitan dengan kesiapan belajarnya maka saya akan menyiapkan berbagai metode pembelajaran sehingga siswa tidak mengalami kebosanan dalam belajar hal ini mengharuskan saya untuk membuat media pembelajaran yang lebih inovatif atau memberikan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan sekolah tersebut yang saya ajarkan saya harus mempelajari lebih dalam lagi tentang teknologi pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran terbaru yang ada pada saat ini menurut analisis saya untuk menyentuh semua gaya belajar siswa harus harus memberikan suatu pembelajaran yang menggunakan unsur teknologi Saya juga berencana untuk membagikan kepada rekan-rekan sejawat ataupun guru lain supaya mereka sama-sama belajar ataupun posisi dalam proses pembelajaran berdiferensiasi tersebut

Popular Posts