TUGAS 2.1.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI

 

TUGAS 2.1.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI


Oleh: Hendro Nursusilo,S.Pd
Calon Guru Penggerak Kabupaten Bireuen








Kesimpulan Apa Pembelajaran Berdiferensiasi adalah suatu keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang ditujukan untuk kebutuhan murid dengan memperhatikan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Ada 3 strategi diferensiasi, antara lain: 1. Diferensiasi konten, terkait dengan materi yang diajarkan kepada murid, media konret dan abstrak, memastikan murid dapat mengakses materi sesuai gaya belajarnya. 2. Proses diferensiasi, terkait dengan pemahaman memaknai materi yang dipelajari, dengan cara: kegiatan berjenjang, panduan pemandu atau tantangan, membuat agenda individu, memvariasikan lama waktu, mengembangkan kegiatan yang bervariasi, menggunakan pengelompokkan yang fleksible. 3. Diferensiasi produk, terkait dengan tagihan pembelajaran atau hasil karya pekerjaan murid, atau sesuatu yang ada wujudnya, seperti: tulisan/karangan/foto/video, dll.

Langkah-langkah penerapan diferensiasi 1. 2. 3. 4. 5.

Menentukan tujuan pembelajaran melakukan pemetaan belajar menentukan strategi yang akan dilakukan dan alat-alat penilaian (menggunakan diagram equalizer) Menentukan kegiatan pembelajaran: proses dan produk melakukan refleksi (meningkatkan). hal yang menjadi kekurangan dan mempertahankan hal yang menjadi kelebihan, adanya faktor pendukung dan penghambat).

Mengapa perlu diterapkan pembelajaran berdiferensiasi? Karena: 1. Kemampuan siswa berbeda dan beragam dalam hal minat, kesiapan, serta profil belajar siswa. 2. Agar pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa menemukan kebahagiaan dan merdeka belajar guna terciptanya profil pelajar Pancasila.

Bagaimana pembelajaran diferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal? Berdasarkan pemetaan kebutuhan belajar murid, guru dapat mengetahui dan memahami gaya belajar murid (auditori, visual maupun kinestetik). Solusinya guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran, untuk mengakomodir semua kebutuhan belajar murid.

Kaitan Antar materi modul 1 dan 2.1 Kaitan antar materi: Modul 1 menjelaskan tentang Filosofis Ki Hajar Dewantara bahwa pembelajaran harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman kodrat anak dipembelajaran berdiferensiasi juga pembelajaran berdasarkan kebutuhan anak, nilai dan peran guru penggerak, visi murid merdeka (BAGJA) , serta penerapan budaya positif di sekolah. Hal ini erat dengan modul 2.1 yang menjelaskan tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi, sehingga kebutuhan murid yang beragam dapat terpenuhi dengan baik dan tercapainya, dengan profil pelajar Pancasila dan terwujudnya cita-cita merdeka belajar.

2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1

 


“Belajar tanpa refleksi adalah sia-sia. Refleksi tanpa belajar itu berbahaya.”     

(Konfusius)


Durasi : 2 JP
Moda : Penugasan mandiri (asinkron)

Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP dapat melakukan refleksi dan metakognisi terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lalui serta menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diampunya.

Pertanyaan pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:

  1. Bagaimana saya dapat melakukan praktik pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif?
  2. Dekat yang seharusnya saya ubahsuaikan?
  3. Bagaimana saya tetap dapat positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

Selamat! 

Sejauh ini Anda telah melalui setengah perjalanan Pembelajaran yang dipersyaratkan untuk modul ini. Proses pembelajaran yang akan Anda alami selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana Anda melakukan refleksi dan membuat perbedaan baik dalam cara pandang maupun tindakan Anda sehari-hari sebagai pendidik di sekolah. Kami yakin, saat ini, walaupun Anda telah mendapatkan banyak pengetahuan baru, semakin banyak tantangan yang Anda hadapi dalam praktiknya. Jangan khawatirkan semua kesulitan tersebut. mengimplementasikan pengetahuan Anda selangkah demi selangkah, sedikit demi sedikit. Tidak semua teori dapat Anda langsung menerapkan. Anda mungkin perlu melihat untuk mengamati semua fakta yang ada di depan Anda dan mengubahsuaikan pendekatan Anda.

Sesi pembelajaran ini juga akan memberikan Anda kesempatan untuk melakukan konsultasi berani asinkron secara khusus . Mengapa secara khusus? Karena Anda akan melakukannya dalam kelompok kecil , sehingga Anda dapat membawa langsung permasalahan dalam konteks nyata yang dihadapi di sekolah Anda, untuk didiskusikan dengan fasilitator.

Perlu diperhatikan bahwa jawaban Anda hanya akan dapat diakses oleh fasilitator Anda , sehingga manfaatkanlah kesempatan ini untuk Anda hal-hal yang terkait dengan konteks nyata Anda sendiri.

Berikut ini adalah pertanyaan Reflektif yang harus Anda jawab :

  1. Dari apa yang sudah Anda dapat menjadi solusi, materi apa yang menurut Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas Anda?
  2. Apa yang menurut Anda sulit untuk diterapkan? Mengapa menurut Anda hal tersebut sulit diterapkan?
  3. Jika Anda  harus  menerapkan hal yang sulit tersebut, dukungan Apa yang Anda perlukan? Kemana atau bagaimana Anda akan dapat mengakses dukungan tersebut.

jabaw : 

1.   Berdasarkan apa yang telah saya pelajari pada modul ini pembelajaran berdiferensiasi merupakan solusi bagi permasalahan terkait pembelajaran. Tentunya di dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas pastinya seorang guru akan menemui murid yang beraneka ragam, baik dari segi kemampuan dasarnya, minatnya, gaya belajarnya dll. Nah agar guru dapat melaksanakan pembelajaran yang dapat mengakomodir semua perbedaan siswa tersebut maka guru harus melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Adapun diferensiasi yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dari segi konten, proses, dan juga produk yang dihasilkan siswa.

2.   Menurut saya yang sulit diterapkan dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu mengenali kebutuhan belajar murid. Dengan jumlah siswa yang mencapai Lebih Kurang 60 siswa dari semua kelas  dengan beraneka ragam latar belakang, tentunya perlu waktu yang ekstra bagi seorang guru untuk mengenali kebutuhan belajar muridnya. perlu strategi dan inovasi untuk dapat mengenali masing-masing siswa.

 

3.   Dukungan yang saya perlukan yaitu dukungan penuh dari orang tua siswa untuk memastikan anak-anaknya dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga guru dapat mengenali murid-muridnya dengan baik. Selain itu, saya juga harus memastikan para orang tua agar mendampingi anak-anaknya saat saya melakukan sebuah survey untuk mengetahui profil murid saya, memastikan semua murid mengisi surveynya. Untuk mendapat dukungan tersebut tentunya saya akan mengoptimalkan dengan bantuan rekan guru lainnya .

Popular Posts