Durasi : 1 JP
Moda : Penugasan Mandiri
Tujuan Pembelajaran Khusus:
- CGP memahami keterkaitan konsep budaya positif dengan materi pada modul 1.1, 1.2 dan 1.3
- CGP dapat menyusun langkah dan strategi yang lebih efektif, konkret, dan realistis untuk mewujudkan budaya positif di sekolah
Pada tahap ini Anda diajak untuk meninjau ulang keseluruhan materi pembelajaran di paket Modul 1 dan membuat sebuah koneksi antar materi yang sudah Anda pelajari. Anda akan membuat sebuah kesimpulan dan refleksi yang disajikan dalam bentuk media informasi. Format media dapat disesuaikan dengan minat dan kreativitas Anda. Contoh media yang dapat dibuat: artikel, ilustrasi, grafik, video, rekaman audio, screencast presentasi, artikel dalam blog, dan lainnya.
Bacalah panduan berikut untuk membantu Anda membuat kaitan tersebut.
1. Buatlah sebuah kesimpulan mengenai mengenai peran Anda dalam menciptakan budaya positif di sekolah dengan menerapkan konsep-konsep inti seperti disiplin positif, motivasi perilaku manusia, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas, restitusi, segitiga restitusi dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya yaitu Filosofi Pendidikan Nasional KHD, Nilai dan Peran Guru Penggerak, dan Visi Guru Penggerak.
- 2. Buatlah sebuah refleksi dari pemahaman atas keseluruhan materi Modul Budaya Positif ini.Setelah membuat koneksi antar materi, Anda juga diminta untuk menyusun langkah dan strategi yang lebih efektif, konkret, dan realistis untuk mewujudkan budaya positif di sekolah dengan mengisi Tabel Rancangan Tindakan Aksi Nyata dan mengunggahnya ke LMS:
Judul : Budaya Positif
Nama : Hendro Nursusilo,S.Pd
A. Latar Belakang
Budaya positif
di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan
di sekolah yang berpihak pada siswa agar siswa dapat tumbuh dan berkembang
menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan penuh hormat.Pada intinya pemikiran Ki Hajar Dewantara, guru sebagai
penuntun siswa menuju kebahagiaan dan keselamatan dengan memperhatikan kodrat
anak dan kodrat zaman. Budaya positif menuntun siswa untuk melakukan hal
positif sehingga dapat membentuk karakter baik yang kelak akan bermanfaat untuk
mereka.
Dalam hal ini
sekolah merupakan institusi yang berperan penting dalam pembentukan karakter
siswa sebagaimana tujuan pendidikan yakni mewujudkan pelajar Indonesia yang
memiliki profil pelajar pancasila.Dengan demikian, guru juga berperan penting
menuntun siswa dalam pembentukan karakter ini.
Langkah awal
yang dilakukan untuk menciptakan budaya positif adalah dengan membuat
kesepakatan kelas, dimana kesepakatan kelas ini berisi aturan-aturan yang
membantu guru dan siswa bekerja sama dalam membentuk kegiatan pembelajaran yang
efektif. Kesepakatan kelas bukan hanya berisi harapan guru terhadap siswa,
tetapi juga harapan siswa kepada guru dan terhadap kelasnya sehingga
kesepakatan kelas harus dirancang bersama antara guru dan siswa.Kesepakatan
kelas harus disusun dengan jelas sehingga mudah dipahami, menggunakan kalimat
positif, dan dikembangkan secara berkala.
Untuk
menciptakan budaya positif sekolah perlu adanya kolaborasi antara pihak
sekolah, masyarakat dan pemerintah.Membutuhkan cukup waktu yang lama untuk
menciptakan budaya positif di sekolah, namun tetap harus dimulai dari sekarang
meskipun saat ini dalam masa pandemi. Karena masa pandemi bukanlah suatu
halangan dalam proses penerapan budaya positif di sekolah, justru pandemi
menjadi tantangan bagi seorang guru untuk membuat inovasi baru untuk mencari
cara bagaimana guru tetap dapat mengontrol perilaku siswa meskipun tidak
bertatap muka langsung dengan siswa.
Sebagai guru PJOK
saya akan berkolaborasi dengan wali kelas
untuk menerapkan budaya positif melalui kesepakatan kelas bersama siswa demi
tercapainya perilaku positif siswa.
B. Tujuan
Adapun tujuan
dalam tindakan aksi nyata ini adalah :
-Menerapkan
budaya positif di kelas sehingga dapat menumbuhkan karakter baik pada siswa
seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai.
-Menjadi bekal
pengalaman belajar bagi guru dan siswa daalam menunjukkan kepedulian,
mengontrol diri sendiri dan orang lain, menjaga motivasi untuk semangat dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran di Kelas
C. Tolok Ukur
Untuk mengetahui
sejauh mana kegiatan ini sudah dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan supaya
tetap terarah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolok ukur yang digunakan
sebagai berikut
Terbentuknya
"Keyakinan Kelas" melalui kegiatan kesepakatan kelas yang dilakukan
bersama wali kelas dan siswa
Siswa dan guru
konsisten dalam menjalankan keyakinan kelas yang sudah disepakati
Adanya karakter
baik dalam diri siswa seperti kemandirian, tanggung jawab, percaya diri dan
saling menghargai saat kegiatan pembelajaran berlangsung
Keaktifan siswa
di dalam kegiatan pembelajaran baik di dalam kelas maupun luar kelas
D. Linimasa yang akan dilakukan
Supaya tindakan
aksi nyata menjadi lebih terarah sesuai dengan tujuan yang sudah dibuat, maka
saya akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan
perencanaan
Dalam hal ini
saya akan membuat perencanaan kegiatan yang akan saya lakukan dalam tindakan aksi
nyata ini supaya tetap berada padajalur yang sesuai dengan tujuan yang akan
capai.
2.
Mengkomunikasikan perencanaan kepada kepala sekolah
Supaya apa yang
saya lakukan dalam tindakan aksi nyata ini diketahui oleh kepala sekolah, maka
saya perlu mengkomunikasikan perencanaan ini kepada kepala sekolah. Hal ini
juga saya lakukan untuk mendapat masukan dari kepala sekolah terhadap
perencanaan yang saya buat.
3. Melakukan
revisi perencanaan hasil konsultasi dengan kepala sekolah
Saya melakukan
revisi perencanaan berdasarkan hasil konsultasi dengan kepala sekolah, hal ini
saya lakukan untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik.
4. Melaksanakan
tindakan aksi nyata
Dalam
melaksanakan tindakan aksi nyata sesuai dengan apayang sudah direncanakan,
yaitu:
a. Mengkomunikasikan
kegiatan tindakan aksi nyata kepada wali kelas
b. Mengikuti
kegiatan kesepakatan kelas bersama wali kelas dan siswa
Saya meminta
izin kepada wali kelas untuk mengikuti kegiatan kesepakatan kelas, hal ini saya
lakukan untuk mengetahui jalannya proses kesepakatan kelas dan hasilnya. Saya
juga meminta kepada wali kelas untuk mengenalkan saya sebagai guru PJOK yang
nantinya akan membantu siswa dalam mengembangkan potensinya ,
termasuk juga saya akan mengontrol perilaku siswa.
c. Melakukan
kolaborasi dengan wali kelas untuk mengontrol perilaku siswa
Setelah kegiatan
kesepakatan kelas selesai dibuat, maka saya akan berkolaborasi dengan wali
kelas untuk mengontrol perilaku siswa.
Selain itu, saya
juga akan memberikan konseling individual untuk siswa yang kesulitan dalam
melaksanakan kesepakatan kelas, melakukan kerjasama dengan orang tua melalui
telepon ataupun secara langsung.
5. Melakukan
evaluasi dan refleksi
Dalam
pelaksanaan tindakan aksi nyata ini banyak tantangan yang dihadapi, maka perlu
adanya evaluasi terhadap pelaksanaannya.Kemudian saya merefleksi dari hasil
evaluasi ini dan memperbaikinya supaya lebih baik dikemudian hari. Saya
melakukan evaluasi dengan menggunakan daftar pertanyaan yang akan saya tanyakan
langsung kepada wali kelas dan rekan guru. Saya juga membuat evaluasi melalui
angket yang akan saya berikan kepada siswa dan orang tua mengenai tindakan aksi
nyata ini.
6. Melaporkan
hasil dari kegiatan tindakan aksi nyata
Setelah
melakukan tindakan aksi nyata ini dan mendapatkan hasil dari refleksi, saya
akan membuat laporan sebagai pertanggungjawaban terhadap kepala sekolah dan
posisi saya saat ini sebagai Calon Guru Penggerak. Laporan yang akan saya buat
berupa artikel yang di dalamnya juga berisi dokumentasi.
E. Dukungan yang dibutuhkan
Untuk dapat
mewujudkan rancangan tindakan aksi nyata, saya tidak dapat melakukan sendiri,
oleh karena itu saya membutuhkan dukungan dari:
1. Stakeholder
Dalam hal ini
dukungan dari kepala sekolah maupun rekan sejawat diperlukan melalui koordinasi
supaya penerapan budaya positif dapat berjalan sesuai dengan rencana.
2. Orang tua
siswa
Orang tua
merupakan sumber utama dalam pembentukan karakter siswa, maka diperlukan
persamaan persepsi mengenai hal ini antara orang tua dan guru. Orang tua juga
dapat menjadi pengontrol perilaku siswa saat di rumah dan nantinya akan
berkolaborasi bersama guru untuk membahas perkembangan siswa.
3. Media yang digunakan
Media yang
digunakan dalam tindakan aksi nyata ini nantinya akan memudahkan dalam
penyampaian materi ataupun hal-hal yang berkaitan dengan budaya positif. Media
ini dapat berupa poster, video, maupun aplikasi media sosial.
Berikut adalah Video Aksi Nyata
Contoh Video Budaya Positif
Berikut adalah Video Lokakarya ke 1 CGP Kabupaten Bireuen