Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Hari ini saya akan mengutarakan apa yang saya pikirkan dan lakukan, serta
apa yang akan saya programkan selama sepekan di minggu pertama menjalani
pendidikan calon guru penggerak. Pertama-tama saya akan sedikit bercerita
tentang perasaan saya. Saya merasakan banyak sekali manfaat dari mengikuti
program ini, bahkan bukan hanya dalam diri saya saja melainkan orang lain
utamanya peserta didik saya. Sejak saya mengetahui tentang pandangan pendidikan
menurut Ki Hadjar Dewantarara ini saya mulai langsung mencoba menerapkannya
dalam metode pembelajaran saya dan mendapat respon baik dari peserta didik
saya. Hal ini yang membuat saya termotivasi untuk belajar lebih jauh lagi.
Ada kalimat yang diutarakan oleh Ki Hadjar Dewantarara yang membuat saya
semangat. Saya membaca modul dan menemukan kalimat seperti ini “berkata apapun
yang dilakukan oleh seseorang itu harus bermanfaat bagi dirinya sendiri
bermanfaat bagi bangsanya dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”.
Hal ini yang membuat kekhawatiran saya menjadi suatu pemikiran yang positif.
Sebelumnya saya merasa kahwatir dan ragu saat dijelaskan bahwa selama proses
pendidikan calon guru penggerak ini tidaklah mudah, cukup berat dengan setiap
hari kita dibebani dengan tugas-tugas. Akan tetapi saya teringat kembali dengan
kalimat yang diungkapkan oleh Ki Hadjar dewantara, dan saya meyakini bahwa apa
yang sedang saya lakukan sekarang adalah sesuatu yang pasti akan bermanfaat
bukan hanya untuk diri saya sendiri melainkan untuk orang lain dan bangsa.
Mendapatkan kesempatan belajar untuk membawa perubahan yang lebih baik
kedepannya, kenapa tidak?
Akhirnya di situ saya mulai meras bersemangat untuk menjalani setiap
tantangan yang diberikan selama pendidikan yang baru berjalan seminggu ini.
Semoga saya bisa berbagi dan apa yang saya bagikan dapat bermanfaat untuk
lingkungan saya dan lingkungan yang lebih luas. Pada awalnya belum ada bayangan
dari saya tentang apa yang akan saya lakukan. Saya hanya membayangkan Saya akan
mempelajari modul dan mengerjakan tugas-tugas. Namun saya mulai mendapat
pencerahan ketika mengikuti lokakarya Perdana, di sini kami diinformasikan oleh
pengajar praktek yaitu yang terhormat ibu Radhiah. Alhamdulillah beliau adalah
orang yang sangat ramah dan baik hati. Beliau mejelaskan bahwa kami akan
melakukan proses pendidikan selama 9 bulan yang terdiri dari pembelajaran
daring dan pendampingan.
Pembelajaran daring berlangsung selama 6 bulan dengan 3 paket modul yang
wajib dipelajari dan pendampingan sendiri terdiri dari Kegiatan lokakarya individu
yang akan dilaksanakan setiap bualn selama 9 bulan. Pada kegiatan lokakarya
perdana ini kami memulainya dengan memperkenalkan diri menggunakan tehnik Flash
Back Permainan Apa yang dimainkan dari dahulu hingga sekarang.
Setelah perkenalan, saya dan rekan kelas lainnya diminta untuk menuliskan
harapan dan kekhawatiran selama proses pendidikan guru penggerak. Menyusun
strategi agar harapan kami terpenuhi dan kekhawatiran kami berkurang. Kemudian
Pengajar praktik menceritakan kepada kami alur perjalanan pendidikan calon guru
penggerak, selain itu bisa memberikan bayangan apa saja yang akan saya lakukan
selama proses pendidikan calon guru penggerak ini kepada kepala sekolah saya
ibu Sri Dewi Lahafi yang pada saat itu juga ikut hadir sebagai pendamping saya.
Karena kolaborasi dengan sekolah khususnya kehadiran beliau sebagai pendamping
saya diharapkan akan terjadi Sinergi yang baik antara calon guru penggerak
dengan pimpinan.
Kegiatan penutup kami melakukan kegiatan pembuatan komitmen bersama dan
diakhiri dengan proses kegiatan refleksi. Di sini kami diminta untuk menceritakan
tentang manfaat apa yang kami dapatkan pada kegiatan ini. Selain itu saya pun
mendpatkan curhatan-curhatan dari teman-teman tentang kegiatan yang telah
berlangsung. Inilah sekilas kegiatan pada lokakarya perdana yang kami lakukan.
Kemudian sayapun diundang oleh fasilitator dalam grup whatsApp Fasilitator
CGP 3 Kabuapaten Bireuen yaitu yang terhormat Bapak Mukhlis untuk mengetahui
kegiatan-kegiatan yang akan saya lakukan di LMS selama pendidikan calon guru
penggerak ini. Di grup pendidikan calon guru penggerak ini saya diberikan
informasi kegiatan dan dibimbing tentang kegiatan apa saja yang akan saya
laksanakan.
Adapaun kegiatan pertama yaitu kegiatan pembukaan dari Mentri Pendidikan
dan Kebudayaan bapak Nadiem Makarim yang dilanjutkan dengan orientasi dari
calon guru penggerak yang selanjutnya kami diarahkan untuk membuka LMS paket
modul 1.1 untuk mengerjakan pretes. Soal-soal pretes yang dikerjakan adalah
soal-soal yang bersifat umum, akan tetapi saya merasa kesulitan dalam menjawab
soal-soal tersebut dan hasilnya kurang memuaskan bagi saya dan membuat saya
kurang percaya diri. Alhamdulillah berkat semangat dari ibu pengajar praktik
dan ibu fasilitator saya mendapatkan kepercayaan diri saya kembali.
Selain itu kami diarahkan untuk mengerjakan tugas LMS tentang
kegiatan lokakarya yang saya ikuti. Pada bagian ini kami diminta untuk menilai
pengajar praktik dan mengisi quisioner ekspektasi pada lokakarya perdana
tersebut. Dalam grup saya diberikan jadwal oleh Bapak fasilitator. Sesuai
jadwal tersebut saya mempelajari tentang refleksi filosofis pendidikan Menurut
Ki Hadjar Dewantara.
Pada refleksi ini saya belajar dengan alur merdeka, yaitu di awali dengan
muali dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, desain kerangka
pembelajaran refleksi terbimbing, aplikasi kontekstual, elaborasi pemahaman,
koneksi antar materi dan aksi nyata. Awalnya saya kebingungan tentang bagaimana
cara merefleksi diri tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Karna saat saya
membuka bagian ini saya belum mendapatkan modul atau bahan belajar apapun. Saya
menyadari untuk mengerjakan tugas saya harus menggali pengetahuan saya secara
mandiri, yaitu saya mencari materi-materi tentang pemikiran Ki hadjar Dewantara
di berbagai sumber melalui internet. Hal ini memunculkan ide untuk saya bisa
terapkan pada proses pembelajaran yang akan saya lakukan kepada peserta didik
saya disekolah. Di mana saya tidak langsung memberikan materi kepada mereka,
memberikan kesempatan kepeda peserta didik untuk berangan-angan dan menggali
serta mencari tahu apa yang akan dipelajari melalui petunjuk-petunjuk yang akan
saya berikan. Hal ini dapat memicu rasa penasaran, menumbuhkan
kreatifitas, dan kemandirian bagi peserta didik.
Oleh Bapak Mukhlis fasilitator saya di arahkan membuka LMS untuk membaca
informasi-informasi dan menonton video-video pemeblajaran yang dapat dijadikan
referensi dalam mengerjakan tugas-tugas. Hingga pada akhirnya saya terbiasa
menggunakan LMS sebagai aplikasi pembelajaran, baik berupa modul, video dan
informasi-informasi yang ada di dalamnya setiap sub paket modul.
Di kegiatan pertama yaitu mulai dari diri saya merefleksi diri tentang
pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Hingga muncul ide saya untuk menuangkan
pengetahuan tentang pemikiran tersebut dalam blog saya hendrocgp.blogspot.com,
dan mendapatkan apresiasi dari teman-teman
dan pimpinan saya.
Kegiatan yang kedua adalah konsep refleksi diri tentang pemikiran Ki Hajar
Dewantara disusun secara terstruktur dan jelaskan disertai dengan tujuan
pembelajaran yang harus saya penuhi di setiap pembelajaran mulai dari fitur pertama
pengantar, kedua menyajikan potret pendidikan sejak zaman kolonial belanda dan
yang ketiga adalah tanggapan refleksi. Pada setiap fitur saya harus menuliskan
komentar atau pertanyaan serta berdiskusi bersama dengan rekan calon guru
penggerak lainnya. Kemudian yang keempat tentang azas pemikiran Ki Hadjar
Dewantarara, yang kelima dasar-dasar pendidikan yang ke enam kodrat alam dan
kodrat zaman, yang ke tujuh budi pekerti. Kemudian yang ke delapan dan Sembilan
saya di suguhkan dengan wacana dan video ada metode, yang kesepuluh Bapak
Dirjen pendidikan yaitu bapak Iwan Sahril menyampaikan intisari dan
interpretasi beliau atas Filosofi Pendidikan Nasional gagasan Ki Hajar
Dewantara. Penyampaian dari beliau ini sangat menginspirasi sekali. Yang ke
sebelas tanggapan reflektif kritis.
Pada
tahap refleksi kritis ini saya diarahkan untuk membuat video atau audio
yang isinya adalah reflksi kritis kami tentang intisari pemikiran Ki Hadjar
Dewantara tentang pendidikan, yang kedua proses pembelajaran yang mencerminkan
pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan yang ke tiga apa yang akan saya lakukan untuk
menciptakan proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar dewantara
dapat terwujud. Yang ke empat pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang sudah saya terapkan.
Di sini saya membuat audio yang berdurasi kurang lebih 4 menit sesuai dengan
waktu yang disyaratkan dalam LMS. Dalam audio tersebut selain menjelaskan
tentang intisari pemikiran Ki Hadjar Dewantarara, saya juga menceritakan
pengalaman saya tentang belajar yang sesuai dengan filosofi Ki Hadjar
Dewantarara.
Setelah
eksplorasi konsep saya di undang untuk mengikuti forum diskusi refleksi kritis
tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantarara dalam ruang diskusi virtual menggunakan
G.meet yang di fasilitasi langsung oleh bapak fasilitator Bapak Mukhlis yang
sangat baik dan ramah serta sabar dalam memfasilitasi kami. Diskusi berjalan
dengan santai dan aktif, walaupun terdapat sedikit gangguan jaringan, tetapi
Alhamdulillah saya dan teman-teman tetap semangat untuk menerima materi yang
disampaiakan dan semua berjalan dengan lancar. Kami juga saling sharing
pengalaman bersama ibu fasilitator, serta setiap komentar dan
pertanyaan-pertanyaan kami selalu direspon positif dan diberikan motifasi serta
semangat oleh beliau.
Tidak
lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mukhlis Selaku fasilitator, ibu
Radhiah pengajar praktik, ibu pimpinan
saya serta rekan-rekan seperjuangan atas kerja samanya selama sepekan ini.
Semoga apa yang telah kita pelajari bermanfaat bagi diri kita, lingkungan dan
bangsa serta mendapat berkah dari Allah SWT. Sekian jurnal minggu pertama yang
cukup singkat dari saya lebih dan kurangnya saya mohon maaf. Wassalamu’alaikum
warahmatullah wabarakatuh.
SALAM SEHAT DAN SALAM SUKSES BAGI KITA SEMUA.