Parenting Perdana di Awal Semester

Pembentukan karakter dan pendidikan anak diawali dari keluarga. Karena itu, tidak salah jika orang tua dan rumah disebut sebagai sekolah pertama untuk anak. Sebagai "sekolah", tentunya orang tua harus memiliki bekal mengenai berbagai macam informasi tentang pendidikan anak.

Kata "parenting" saat ini sangat sering dibicarakan. Parenting merupakan ilmu tentang mengasuh, mendidik, dan membimbing anak dengan baik dan benar. Ilmu parenting biasanya diajarkan dalam bentuk seminar, workshop, talkshow, dan kegiatan yang lain.

Ilmu mendidik anak memang perlu mengikuti perkembangan zaman. Seiring perubahan zaman yang semakin pesat, pola asuh pastinya akan berbeda pula antara dulu dan sekarang. Sehingga para orang tua ataupun calon orang tua, harus mengetahui bagaimana sebenarnya parenting dilakukan dan seberapa besar manfaatnya.

Apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari mempelajari ilmu parenting selain menambah wawasan dan pengetahuan orang tua?


1. Meningkatkan Kesadaran

Mengasuh anak bukan hal yang mudah dan tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai macam pengetahuan. Pengetahuan itu tidak serta-merta bisa diserap dari pengalaman orang lain seperti orang tua, mertua, saudara, ataupun tetangga. Karena pada dasarnya karakter anak itu berbeda-beda, jadi dalam hal pengasuhan juga harus berbeda.


2. Meningkatkan Keterampilan

Menggali sebanyak-banyaknya wawasan dan pengetahuan dalam proses pengasuhan anak akan meningkatkan keterampilan orang tua. Karena artinya orang tua akan menjadi lebih mengenal dan memahami karakter anak dalam perkembangannya.


3. Meningkatkan Antisipasi Terhadap Segala Sesuatu

Karena risiko dalam kehidupan tidak pernah bisa diduga kapan datangnya, maka memiliki asuransi jiwa adalah bentuk jaminan perlindungan bagi keluarga tercinta. Jika ingin memiliki asuransi jiwa, sekarang sudah tersedia secara online sehingga prosesnya lebih cepat dan sesuai kebutuhan karena bisa menentukan sendiri nilai premi yang harus dibayarkan agar sesuai dengan kebutuhan finansial.

 

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 16

 

Minggu ini adalah minggu terakhir pembelajaran Modul 2.3. Pada minggu ini kegiatan yang saya ikuti adalah dimulai dengan sesi demontrasi konstekstual dan pemahaman elaborasi bersama instruktur ibu Puti hamid pada tanggal 13 Desember 2021 pukul 15.30 di ruang virtual Gmeet.

Link Video Sesi Instruktur  : SESI INSTRUKTUR





 Saat mengikuti sesi Pemahaman Elaborasi dengan materi coahing banyak sekali pemahaman yang saya dapatkan  dan tentunya sangat membantu saya dalam mempraktekkan teknik coaching dengan model TIRTa di sekolah saya.


Pada Kegiatan Demontrasi Konstektual, Disini saya mempraktekkan proses coaching model TIRTa dengan rekan sejawat yakni ibu haytun Nufus yang berperan sebagai coachee. 


 Link Video Coaching Bersma Rekan Sejawat  : Demonstrasi Coaching dengan Rekan Sejawat






        Pada saat proses coaching berlangsung tantangan tersendiri bagi saya pribadi dalam mengajukan pertanyaan-pertanyan yang mampu mengindentifikasi permasalahan sehingga coachee mampu menemukan kendala yang di hadapinya. selain itu juga butuh ketrampilan dalam mengarahkan coachee untuk bisa menemukan rencana yang akan dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang dimiliki namun demikian Alhamdulillah proses coaching berjalan lancar dan selesai.

        Selama proses belangsung saya merasa tertantang dalam melakukan komunikasi yang asertif saya juga berupaya mengikuti beberapa tips dalam menjalankan proses coahing yaitu menyamakan kata kunci, menyamakan bahasa tubuh dan menyelaraskan emosi dan saya merasa senang telah berhasil menjalankan proses coahing ini.

        Dalam proses Coaching ini banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan terutama tentang makna menuntun yang sebenarnya. jika selama ini saya beranggapan ketika murid atau rekan saya mengalami masalah dan berdiskusi dengan saya untuk menemukan solusi terhadap permasalahannya biasanya saya akan ikut memikirkan dan memberikan solusinya namun dengan memahami makna coaching saya jadi paham untuk menuntun seseorang atau coachee maka yang saya perlukan adalah mengarahkan coachee tersebut dengan kalimat-kalimat yang mampu membuat coachee menemukan potensi yang dimilikinya sebagai kekuatannya dalam mengatasi permasalahannya.

        Kedepan saya akan kembali berlatih untuk terus mengembangkan komunikasi yang memberdaya yang nantinya akan membantu saya dalam menerapkan coaching disekolah saya baik itu dengan rekan sejawat ataupun murid saya sehingga proses pendidikan yang berpihak pada murid dapat terwujud.

 

"Untuk mengukur seberapa kita memahami teori maka praktekkan dalam kehidupan nyata"

 

Popular Posts