JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 11

 JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 11
MODEL : DESCRIPTION, EXAMINATION AND ARTICULATION OF LEARNING 

( DEAL )





Di minggu ini pembelajaran diawali dengan kegiatan refleksi terbimbing yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi kemudian kegiatan demonstrasi konstektual di mana kami harus menyiapkan 1 bentuk RPP berdiferensiasi sebagai bentuk pemahaman kami terhadap pembelajaran berdebar inisiasi ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lagu rossi bersama instruktur yang pada kesempatan minggu ini diisi oleh patroli SD SMP dan SMA pada lokakarya minggu ini kami membahas tentang visi dan misi sekolah serta aksi yang akan cgp dan kepala sekolah lakukan di sekolahnya masing-masing untuk sebulan yang akan datang.






Seperti kita ketahui bersama bahwa siswa itu unik dan memiliki pengetahuan yang berbeda pengalaman yang berbeda serta gaya belajar yang berbeda Oleh karena itu guru juga harus memahami kondisi tersebut sehingga dalam pemberian pembelajaran akan lebih tepat sasarannya.

Berdasarkan hal tersebut dalam merancang pembelajaran guru harus mempertimbangkan kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh siswanya. Selama ini yang kita tahu bahwa guru masih mengajar dengan gayanya sendiri tanpa mempertimbangkan Apa yang dibutuhkan oleh peserta didiknya seharusnya guru sebelum memberikan pembelajaran harus mengetahui terlebih dahulu berkaitan dengan kesiapan minatnya serta gaya belajar siswa tersebut dengan adanya pembelajaran berdiferensiasi ini akan memberi gambaran lebih jelas berkaitan rambu-rambu yang harus dilakukan oleh guru di lingkungan tersebut.





Dari pembelajaran berdiferensiasi ini saya merencanakan untuk selalu melihat Apa yang dibutuhkan oleh peserta didik setelah mengetahui berkaitan dengan kesiapan belajarnya maka saya akan menyiapkan berbagai metode pembelajaran sehingga siswa tidak mengalami kebosanan dalam belajar hal ini mengharuskan saya untuk membuat media pembelajaran yang lebih inovatif atau memberikan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan sekolah tersebut yang saya ajarkan saya harus mempelajari lebih dalam lagi tentang teknologi pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran terbaru yang ada pada saat ini menurut analisis saya untuk menyentuh semua gaya belajar siswa harus harus memberikan suatu pembelajaran yang menggunakan unsur teknologi Saya juga berencana untuk membagikan kepada rekan-rekan sejawat ataupun guru lain supaya mereka sama-sama belajar ataupun posisi dalam proses pembelajaran berdiferensiasi tersebut

Modul 2.1.a.9. Koneksi Antar Materi Pembelajaran Berdiferensiasi

 





Simpang MamplamSetiap anak merupakan suatu pribadi yang unik berdasarkan karakteristiknya yang  terlahir dengan kodrat alam dan kodrat zamannya, guru hanya dapat menuntun lakunya, bukan kodratnya. Oleh sebab itu sebagai pendidik berkewajiban memastikan bahwa setiap murid mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dengan cara terbaik sesuai kebutuhan belajarnya.




    Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis oleh guru agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang berada di dalam kelas maupun lingkungan sekolah. Ciri-ciri dari karakteristik pembelajaran berdiferensiasi yaitu guru harus menciptakan lingkungan belajar untuk mengundang murid supaya mereka minat untuk tertarik, tujuan pembelajaran harus jelas, mengevaluasi murid, merespon kebutuhan murid, serta melaksanakan manajemen kelas secara efektif.





    Adapun tujuan pembelajaran berdiferensiasi bagi setiap murid yaitu pertumbuhan maksimum dari posisi belajar mereka saat ini. Sedangkan tujuan untuk guru yaitu semakin memahami tentang posisi belajar tersebut sehingga pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid, dan guru harus menyadari bahwa ruang kelas harus menjadi tempat dimana guru akan selalu berusaha mengejar pemahaman terbaik mereka tentang pengajaran dan pembelajaran setiap hari, serta untuk mengingat setiap hari bahwa tidak ada praktik yang benar-benar praktik terbaik kecuali apabila itu berhasil untuk setiap murid. Oleh sebab itu, pada pembelajaran berdiferensiasi perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik berupa diferensiasi konten, proses, dan produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid. Adapun dasar pemetaan kebutuhan belajar murid dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi meliputi kesiapan belajar murid, minat belajar murid, dan profil belajar murid.

    Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa guru harus melaksanakan kegiatan yang berbeda dalam membuat perencanaan pembelajaran atau menyusun beberapa perencanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Akan tetapi dalam melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi harus dilaksanakan secara efektif dan efisien agar murid merasa aman dan nyaman dalam belajar serta pemenuhan kebutuhan murid dapat terwujud, tidak akan ada murid yang merasa diistimewakan atau sebaliknya. Peran guru sangat penting dalam menciptakan atmosfer lingkungan belajar yang memungkinkan murid untuk berada dalam kondisi jauh dari rasa takut, berani dan tampil percaya diri dalam mengungkapkan ide atau pendapat, senang dalam berkolaborasi, berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyukai tantangan atau hal-hal baru sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Guru juga perlu melakukan berbagai pendekatan terhadap konten, proses, dan produk dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk menumbuhkan motivasi murid agar menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    Guru pada saat membuat perencanaan, pelaksanaan, assessment, dan rencana tindak lanjut dalam pembelajaran berdiferensiasi, dibutuhkan pendidik yang terampil dan berkompeten sehingga mampu berkontribusi secara aktif untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid maupun pembelajaran yang selalu mempertimbangkan kebutuhan belajar murid itu semua terjawab dengan pembelajaran berdiferensiasi. Demikian pula umpan balik, evaluasi, dan refleksi secara kontinyu juga terus dilakukan agar guru pun menjadi pembelajar sepanjang hayat. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan kemudahan bagi guru dalam memetakan dan mengakomodir seluruh kebutuhan murid untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang selalu berubah.

    Berbekal kekuatan yang dimiliki murid, maka kita akan lebih mudah dalam melakukan perubahan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang selalu memahami kebutuhan murid. Secara sadar disiplin positif akan tumbuh dan terbiasa dilakukan murid karena apa yang mereka lakukan dalam pembelajaran berdiferensiasi sudah diselaraskan dengan kebutuhan mereka. Mereka merasa dihargai dan diakui eksistensinya, maka mereka otomatis akan melakukan tindakan yang berbudaya positif sebagai bentuk timbal balik dari pembelajaran berdiferensiasi (Hendro Nursusilo,S.Pd)

Popular Posts